Selama kurang lebih satu tahun terakhir ini, kita dihadapkan dengan kondisi yang mengharuskan untuk banyak melakukan aktifitas di rumah saja. Sekolah pun mau tak mau harus beradaptasi untuk melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Salah satu kegiatan yang perlu disesuaikan dengan keadaan baru ini adalah kegiatan praktikum yang biasanya diadakan di mata pelajaran sains. Kegiatan praktikum biologi yang biasanya mengharuskan siswa untuk memegang langsung alat praktikum, ternyata tetap bisa dilakukan secara virtual dari rumah masing-masing. 

Penasaran bagaimana praktiknya?

Praktikum biologi ini diinisiasi oleh Bu Chelli guru mata pelajaran biologi SMP Sekolah Global Mandiri Cibubur. Sebagai guru biologi, Bu Chelli dengan kreatifitasnya memakai aplikasi Virtual Live sebagai media untuk praktikum biologi secara online atau virtual. Dengan aplikasi Virtual Live ini, siswa bisa tetap melakukan praktikum biologi dari rumah tanpa harus memegang langsung alat-alat praktikum secara langsung seperti kegiatan praktikum di sekolah pada umumnya. 

Kegiatan praktikum yang sudah dilakukan secara virtual oleh Bu Chelli dan murid-muridnya adalah praktikum dengan menggunakan mikroskop dan uji makanan. Dengan aplikasi Virtual Live tersebut, murid-murid bisa melakukan praktikum tanpa harus memegang langsung mikroskop atau alat-alat praktikum lainnya. Murid-murid tetap bisa mengenali bagian-bagian dari mikroskop.  

Saat ditanya tentang antusiasme murid-murid saat sedang melakukan praktikum biologi secara online, Bu Chelli bercerita kegiatan praktikum online ini tidak menurunkan antusiasme murid-murid. Alih-alih merasa kerepotan maupun bosan, ternyata anak-anak tetap antusias saat praktikum menggunakan aplikasi ini walaupun dilakukan jarak jauh dan tidak memegang langsung alat-alat praktikum seperti kegiatan praktikum pada umumnya.

“Anak-anak malah seneng ya sama praktikum pakai aplikasi ini. Kayak lagi main game soalnya. Jadi, anak-anak bisa dapat virtual experiment. Mereka kayak lagi main game aja, tapi lebih scientific. Nggak menurunkan antusias siswa. Malah lebih kebayang,” kata Bu Chelli.  

Selain itu, saat ditanyakan apa ada praktikum yang membuat siswa tetap bisa memegang langsung alat-alat praktikumnya walaupun secara online, Bu Chelli menjawab ada. 

“Ada juga praktikum via jarak jauh yang memungkinkan siswa memegang langsung alatnya. Contohnya saat praktikum asam basa. Saya kirim kertas lakmusnya ke rumah siswa atau dikasih sewaktu ambil rapot, kertas lakmusnya diselipin. Lalu saya bikin video tutorialnya. Tinggal diikuti sama anak-anak. Goalnya siswa kasih bukti screenshot mereka sudah melakukan virtual experiment,” cerita Bu Chelli. 

Menarik ya, ternyata kegiatan pembelajaran praktikum sains yang biasanya mengharuskan murid harus hadir di laboratorium sekolah dan memegang langsung alat-alat praktikum kini bisa juga dilakukan secara virtual. Nah, ternyata ada juga ya kegiatan pembelajaran di sekolah selain pemaparan materi yang bisa terbantu dengan adanya teknologi.

Ingin tahu lebih banyak penggunaan aplikasi dan skenario dalam pembelajaran? Jangan ragu untuk menghubungi tim kami