Bangku sekolah tidak akan pernah jauh dari kata tugas. Sebagai murid mungkin merasakan bagaimana pusingnya mengerjakan segudang tugas yang diberikan oleh guru, dan tidak pernah membayangkan bagaimana proses pembuatan soal tersebut. Faktanya menjadi seorang guru pun ternyata juga tidaklah mudah. Guru harus menguji kompetensi murid agar dapat mengukur efektifitas belajar. Salah satu indikatornya adalah dengan memberikan tugas tersebut.

Melalui pemberian tugas, sekolah tidak hanya membuat murid mengerti tentang materi belajar. Mereka juga perlu belajar bagaimana bekerja sama dalam tim. Seperti yang sudah kita ketahui, kelak saat terjun di dunia kerja maupun dunia sosial, pintar saja tidak akan cukup. Seorang individu memerlukan kemampuan untuk beradaptasi dan bekerja sama dengan orang lain. Oleh sebab itu, tugas kelompok tidak bisa dihilangkan begitu saja meskipun mereka tidak bertatap muka secara langsung.

Memberikan tugas kelompok saat Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) menjadi tantangan tersendiri. Ketika tatap muka langsung, guru bisa dengan mudahnya memberikan lembar soal kepada puluhan siswa di kelas. Membagi kelompok dengan berhitung, kemudian mereka berkumpul dengan kelompok masing-masing saat di kelas. Lalu, bagaimana jika keadaannya tidak memungkinkan? Bu Tati seorang guru di Sekolah Menengah Atas (SMA) Al Azhar 02 menggunakan aplikasi bernama Jamboard untuk memberikan tugas kelompok kepada siswa-siswi saat PJJ.

Apa itu Aplikasi Jamboard?

Sumber: Jamboard Bu Tati Al Azhar 02

Jamboard adalah aplikasi papan tulis digital G Suite yang menawarkan pengalaman kolaboratif yang kaya untuk tim dan ruang kelas. Lalu apa saja benefit yang ditawarkan oleh Jamboard?

  1. Jamboard mendukung hingga 16 kontak sekaligus di satu perangkat. Semua anggota kelas dapat bergabung dalam waktu yang sama melalui ponsel, tablet, atau perangkat lainnya dengan membuka aplikasi Jamboard.
  2. Jamboard membuat pembelajaran dapat dilihat dan diakses oleh semua kolaborator selama sesi. Fitur yang satu ini dapat mempermudah anak-anak melakukan diskusi tugas kelompok meski tidak saling bertemu.
  3. Guru dapat melibatkan semua siswa dalam proses pembelajaran, baik berupa kerja sama di kelas tradisional, seminar grup, atau melalui pembelajaran jarak jauh.
  4. Anak-anak dapat mempresentasikan tugasnya melalui Jamboard.

Bu Tati merasa sangat terbantu dengan adanya aplikasi ini. Terutama di saat pandemi yang kegiatan belajar mengajarnya diwajibkan melalui daring dan tidak dapat bertatap muka secara langsung.

“Dengan menggunakan aplikasi ini tidak ada murid yang tidak mengerjakan apa-apa. Selain itu hasil kerja mereka jadi lebih kreatif”, ujar Bu Tati menceritakan pengalamannya menggunakan Jamboard.

Selain Jamboard sendiri masih banyak aplikasi serupa maupun dengan fitur berbeda yang dapat dimanfaatkan untuk mengajar. Melakukan eksplorasi dan memilih aplikasi yang tepat sesuai dengan tujuan pembelajaran menjadi hal yang penting untuk mendukung pembelajaran jarak jauh. Ingin tahu beragam skenario dan penggunaan aplikasi untuk membantu pembelajaran? Segera dapatkan informasi bermanfaat lainnya melalui Websis for Edu.