Sudah tidak terlalu asing lagi kalau kegiatan belajar-mengajar di era sekarang erat kaitannya dengan teknologi. Teknologi dinilai dapat bermanfaat sebagai media pembelajaran. Beberapa sekolah bahkan sudah mulai menerapkan dalam kegiatan belajar mengajar, salah satunya adalah SMPI Al Azhar Syifabudi Cibubur. Pak Anwar, Kepala Sekolah SMPI Al Azhar Syifabudi Cibubur, menyebutkan bahwa setidaknya ada tiga perubahan yang terjadi setelah sekolah menggunakan teknologi dalam sistem pembelajaran:

Perubahan Pola Pikir

Menurut Pak Anwar, di abad 21 kita perlu terus mimbangi diri dengan kemajuan teknologi agar tidak ketinggalan. Dengan terus mempelajari teknologi, wawasan kita pun menjadi lebih terbuka untuk mencari ide-ide pembelajaran yang lebih menarik.

Perubahan Cara Mengajar Guru

Pola pikir yang berubah mempengaruhi cara guru dalam mengajar. Dibandingkan dengan cara mengajar konvensional, cara mengajar dengan menggunakan teknologi dinilai lebih menarik. Walaupun di awal-awalnya saat mulai membuat video pembelajaran guru berpikir membuat video pembelajaran berat, tapi saat melihat hasilnya dan bisa dibagikan kemana saja guru-guru malah semakin berminat terhadap teknologi. Mereka merasa video pembelajaran yang tadinya membebani, sekarang justru semakin ke sini mereka malah semakin enjoy. Terutama sejak Tim Websis datang ke sekolah kami membawa skenario pembelajaran yang berbeda dan membantu kegiatan pembelajaran. Dari situ guru semakin senang dan terus tertarik.

“Saking asyiknya, sampai-sampai guru-guru itu sampe malem ngulik aplikasi-aplikasi yang diajarkan Tim Websis,” kata Pak Hakim.

Hasil Pembelajaran

Tidak hanya dari pola pikir dan cara mengajar, perubahan yang terlihat juga hingga pada hasil pembelajaran. Melalui metode pembelajaran yang lebih bervariasi dan kreatif, murid-murid juga lebih enjoy saat kegiatan pembelajaran setelah menggunakan teknologi.

Sebagai pimpinan sendiri Pak Hakim menyadari pentingnya untuk mengingatkan, menanyakan progres pembuatan skenario pembelajaran dari guru, serta melakukan monitoring mengenai penerapan kegiatan belajar mengajar di kelas. Selain itu, penting juga untuk memberikan apresiasi kepada guru agar lebih semangat untuk melakukan eksplorasi teknologi. Apresiasinya berupa barang yang menunjang kegiatan pembelajaran seperti Apple Pencil, wireless headset, dll.

Tidak bisa dipungkiri bahwa dalam prosesnya, sering terjadi beragam masalah. Kadang kala guru pun belum tentu bisa menyelesaikan masalah-masalah teknis tersebut sendiri. Namun Pak Hakim sendiri merasa Tim Websis cepat dalam merespon dan membantu memberikan solusi. Pak Anwar juga ingin terus ada pendampingan Tim Websis agar sekolah selalu mendapatkan update mengenai teknologi.

 

Jika Anda tertarik untuk menerapkan teknologi digital dalam pembelajaran sehingga kompetensi guru dan murid meningkat, segera konsultasikan bersama kami!