Tidak ada yang bisa memprediksi kapan datangnya bencana. Bencana pandemi coronavirus disease 2019 (covid-19) yang melanda dunia, termasuk Indonesia, memaksa semua industri harus cepat beradaptasi. Sebegitu menularnya virus asal Wuhan, China, ini sampai-sampai kita dibatasi bertemu tatap muka dengan orang lain. Di pendidikan, ini berarti tatap muka antara murid dan guru menjadi terbatas. Kebijakan pemerintah meniadakan kelas tatap muka terbilang mendadak.  Banyak sekolah tidak siap menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). 

Tidak seperti sekolah kebanyakan yang belum siap, SMP Regina Pacis dan SMA Islam Al Azhar 2 lebih siap. Mereka bukan siap karena sudah memprediksi pandemi, tapi karena sudah selangkah lebih maju dalam adopsi teknologi mobile sebagai alat belajar mengajar. SMP Regina Pacis sudah selama tiga tahun bekerja sama dengan Websis for Edu dalam pemanfaatan teknologi mobile sebagai sarana penunjang belajar. SMA Islam Al Azhar 2 juga sudah bekerja sama dengan Websis for Edu, selama empat tahun. Ketika pemerintah menerbitkan kebijakan PJJ, SMP Regina Pacis dan SMA Islam Al Azhar 2 sudah siap. 

Semasa pandemi SMP Regina Pacis dan SMA Islam Al Azhar 2 melanjutkan program Smart Classroom mereka. Sejak awal, SMP Regina Pacis dan SMA Islam Al Azhar 2 berharap bahwa dengan iPad sebagai alat belajar pembelajaran akan lebih efektif: ujian online, membaca buku teks dalam format eBook, membuat video pembelajaran, dan lain-lain. Tidak disangka, berbekal pengalaman selama beberapa tahun tersebut memantapkan SMP Regina Pacis dan SMAI Al Azhar 2 menerapkan PJJ dengan cukup lancar. Guru sudah terbiasa menggunakan teknologi dan unternet untuk mengelola pembelajaran. Murid sudah terbiasa menerima bahan belajar dan mengerjakan tugas belajar menggunakan iPad. 

Kedua Sekolah yang telah bekerja sama dengan Websis for Edu merasa beruntung telah lebih dulu mendalami teknologi untuk edukasi. Seperti yang kita lihat, banyak berita di media massa yang menyuguhkan bagaimana sekolah kewalahan dalam menghadapi pandemi. Mereka yang belum terbiasa menggunakan teknologi digital, kesusahan mengganti kelas tatap muka dengan kelas online. Saat hal tersebut terjadi maka anak-anak tak menerima hak belajarnya. Guru-guru juga mau tidak mau belum bisa menjalankan kewajiban untuk memberikan pendidikan kepada siswa-siswi. Tidak ada kata terlambat, sekolah yang belum terbiasa dengan teknologi digital dapat mempelajarinya mulai sekarang. Websis for Edu siap membantu sekolah dan guru-guru dalam eksplorasi edukasi dan teknologi.