Apa saja tipe belajar anak?

Tiap anak memang memiliki tipe belajar yang berbeda-beda. Bahkan, kakak beradik atau kembar sekalipun akan memiliki metode belajarnya sendiri. Ada anak yang lebih mudah memahami materi dengan alat peraga, ada yang memilih mendengarkan, ada pula yang lebih suka melihat gambar. Beberapa tipe ini perlu diketahui agar anak merasa nyaman saat belajar. Berikut tipe-tipe anak saat belajar:

Visual

Tipe belajar dengan visual lebih suka dengan alat peraga seperti infografik, gambar, diagram, tabel ataupun film. Saat hanya mendengar guru menjelaskan dengan audio saja. Saat belajar indera anak dengan tipe ini harus disibukkan dengan objek tertentu. Ketika mengingat sesuatu, anak mungkin akan lebih suka memejamkan mata untuk membayangkan hal tersebut. Agar anak dengan tipe ini bisa belajar lebih efektif, lebih baik jika ia menggambar, membuat tabel, mencatat dengan warna yang berbeda-beda.

Audio

Anak dengan tipe ini paling mudah memahami materi dengan mendengarkan. Ia akan lebih mengingat hal-hal yang didengarnya daripada yang dilihat atau dirasakan. Contoh saat diberikan instruksi, anak akan lebih paham disampaikan secara verbal daripada dalam bentuk tulisan. Saat membaca atau menghafalkan materi, ia lebih suka menggumam atau membaca keras-keras. Untuk mendukung tipe belajar audio, anak akan lebih mudah jika menceritakan kembali apa yang ia pelajari.

Kinestetik 

Anak dengan tipe lebih suka bergerak atau melakukan aktivitas ketika belajar. Mereka mampu menyerap materi dengan cara dipraktekkan, misalnya penelitian laboratorium, observasi,  atau sekadar bermain game. Anak dengan tipe ini biasanya menghafal materi sambil menggoyangkan kaki, atau tangan. Treatment yang dapat dilakukan adalah dengan memberinya jeda beberapa menit untuk melakukan aktivitas beberapa saat

 

Bagaimana cara untuk mengakomodir tipe belajar anak? 

Sumber: canva.com

Ketiga tipe belajar anak tersebut ternyata dapat diakomodir oleh Ipad. Seperti yang dilakukan Pak Lutfhi selaku guru dari Sekolah Menengah Atas Darul Qur’an. Beliau mengkombinasikan pembelajaran dengan audio, visual maupun kinestetik melalui Ipad. Siswa-siswi dapat memanfaatkan fitur membacakan teks jika ia lebih suka belajar dengan tipe audio. Mereka dapat menonton video atau belajar dengan gambar jika lebih suka belajar dengan visual. Bahkan, guru dapat membuat game yang berhubungan dengan materi. Pak Lutfhi pun mengadaptasi semuanya agar anak-anak tidak bosan dan dapat menyesuaikan dengan tipe belajar anak yang berbeda-beda. Kombinasi metode belajar ini lebih dikembangkan oleh Pak Lutfhi semenjak sekolahnya bekerjasama dengan Websis for Edu dan memanfaatkan teknologi terkhusus Ipad.

 

Tertarik untuk mengembangkan skenario pembelajaran yang dapat mengakomodir tipe belajar anak dengan iPad? Segera konsultasikan bersama kami