Sumber: websis for edu

 

Menghadapi generasi milenial yang kreatif dan ingin serba praktis tentunya memiliki banyak tantangan. Sebagai pengajar Anda dituntut untuk lebih kreatif dalam memaparkan materi ajar, sehingga materi yang Anda sampaikan dapat menarik rasa ingin tahu siswa. Dengan begitu menggunakan satu metode pembelajaran saja tidaklah cukup. Anda mungkin akan bertanya, metode seperti apa lagi yang menarik dan dapat membuat proses belajar menjadi lebih efisien? 

Salah satu variasi metode belajar yang sekarang ini banyak digunakan adalah dengan menggunakan video pembelajaran. Melalui video pembelajaran Anda tidak perlu menjelaskan materi yang sama secara berulang-ulang, sehingga Anda dapat lebih fokus pada pengembangan siswa secara personal. Namun dalam proses pembuatannya Anda mungkin mengalami kendala, seperti kesulitan dalam penggunaan aplikasi maupun software untuk mengedit video, atau waktu Anda yang terbatas sehingga tidak sempat untuk membuat video.

Belum lama ini, Websis for Edu baru saja mengadakan Workshop Digital Content Productivity mengenai pembuatan Video Pembelajaran, di Kampus Anggrek Universitas Bina Nusantara. Workshop ini diikuti oleh Fakultas Humaniora. Batch pertama berlangsung pada hari Kamis, 7 November 2019 dengan jumlah 24 peserta dan kemudian berlanjut pada batch kedua pada hari Senin, 2 Desember 2019 dengan jumlah 18 peserta. Waktu penyelenggaraan workshop berlangsung dari Pk 08.00-16.00. Menjawab permasalahan mengenai proses pembuatan video pembelajaran yang dianggap sulit dan lama oleh para dosen, Websis for Edu menawarkan metode pembuatan video pembelajaran yang dapat dilakukan dengan cepat, mudah dan hasil yang berkualitas.

Selama workshop, dosen mengikuti setiap sesi yang telah dibagi berdasarkan tiga tahapan pembuatan video pembelajaran, yaitu pre-production, production dan post-production. Pada setiap sesi dosen diberikan kesempatan untuk langsung mempraktikkan langkah pembuatannya secara satu per satu, hingga dapat menghasilkan minimal satu video pembelajaran di hari tersebut. 

Dosen yang mengikuti workshop memiliki perbendaharaan pengetahuan yang berbeda-beda dalam pembuatan video. Ada yang sama sekali belum mengetahui cara pembuatan video, ada pula yang sudah biasa menggunakan cara-cara lain. Namun dengan begitu, workshop ini justru menjadi kesempatan untuk para dosen saling membagikan pengalamannya dalam menggunakan berbagai metode yang sudah dikuasai untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan dalam setiap metode. Bagi dosen yang sudah mengetahui metode lain, metode dengan menggunakan aplikasi perekaman layar ini, dianggap menjadi tambahan metode baru yang semakin melengkapi. Melalui proses diskusi, dosen pun mengakui bahwa metode pembuatan video dengan merekam layar, menjadi cara yang praktis dan cepat untuk menghasilkan sebuah video dalam waktu yang singkat. Pada akhir workshop, seluruh dosen ditantang untuk membuat minimal tiga video pembelajaran dalam waktu satu minggu, sesuai dengan skenario belajar mengajar yang ingin dilakukan. Video tersebut dapat menjadi aset bagi fakultas yang mendukung pembelajaran.

Metode dalam membuat video pembelajaran memang beragam. Walaupun begitu, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Bagi Anda yang mungkin lebih terkendala dalam hal waktu namun memiliki target untuk membuat video pembelajaran dengan jumlah tertentu, metode ini akan sangat cocok untuk Anda. Metode ini dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas Anda dalam membuat video pembelajaran.