Sumber: freepik.com

 

Dunia pendidikan tidak berjalan statis, melainkan dinamis dari hari ke hari. Ketika masih konvensional, guru menerangkan materi dengan papan tulis dan kapur, kemudian berganti dengan whiteboard dan spidol warna-warni (agar lebih jelas dalam menyampaikan materi). Setelah teknologi masuk ke kelas, proyektor menjadi alat bantu visual mengajar. Sekarang, guru dan murid sudah berbekal gawai milik masing-masing. Situasi baru ini pastinya berdampak terhadap pelaku pendidikan. Tidak hanya murid, ternyata guru juga merasakan dampaknya. 

Seperti yang dirasakan Pak Hamid, yang mendapat predikat Honorary Educator Award dari Websis for Edu. Pak Hamid mulai menggunakan teknologi dalam pembelajaran waktu Sekolah Menengah Pertama Islam (SMPI) Al Azhar mulai mengadopsi teknologi pada tahun 2016. Banyak yang ia dapatkan setelah mulai menggunakan teknologi dalam mengajar.  Selain menambah kemampuan mengajar, beliau mempunyai pengalaman menarik di balik penggunaan teknologi untuk dunia pendidikan. Guru mata pelajaran matematika ini pernah tiba-tiba diundang ke Lampung. Undangan tersebut berawal dari seorang Ketua Yayasan Ar-rahman yang melihat video pembelajaran beliau melalui YouTube. Meskipun belum mengenal satu sama lain dan tidak ada afiliasi apapun dengan sekolah Al Azhar, Pak Hamid mengambil kesempatan menarik tersebut.

Di Lampung, Pak Hamid bersilaturahmi ke sekolah yang dikelola oleh Yayasan Ar-rahman tersebut dan melatih guru-guru untuk menggunakan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar. Sama seperti sekolah-sekolah Al Azhar, mereka juga mengadopsi iPad sebagai alat belajar. Pak Hamid beberapa kali lanjut diundang untuk menyelenggarakan pelatihan di sana. Tidak hanya sekedar membagikan ilmu dan pengalaman, Pak Hamid masih sering berkomunikasi dengan Yayasan Ar-rahman. Saat ini sekolah tersebut berkembang dengan pesat setelah menggunakan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar.

Ini membuktikan teknologi bermanfaat tak hanya pada satu bidang saja. Ketika kita memanfaatkan dengan sebaik mungkin akan ada manfaat-manfaat lain yang didapatkan. Seperti cerita Pak Hamid di atas, saat memanfaatkan teknologi sebagai media untuk berbagi ilmu, ternyata dapat membuka pintu silaturahmi selebar mungkin. Pak Hamid yang berada di Jakarta dapat mengenal pegiat pendidikan lain yang ada di belahan barat Indonesia yaitu Lampung. Tak hanya itu, teknologi ternyata dapat membuka peluang berharga lainnya. Meski seperti dua mata pisau, jika dimanfaatkan sebaik mungkin, teknologi dapat membawa banyak manfaat untuk kehidupan.

 

Sumber: YouTube Ust Matematika