Berkenalan dengan Mrs. Iim

Ibu Imroh atau kerap disapa Mrs. Iim adalah GuruMasaKini yang mengajar sebagai wali kelas 6 dan PIC Pengembangan Guru di SD Al Azhar 19 Sentra Primer Jakarta. SD Islam Al Azhar 19 Sentra Primer sendiri sudah mulai mengadopsi teknologi sejak tahun 2019. 

 (Mrs. Iim Imroh dari SD Islam Al Azhar 19 Sentra Primer)

Adopsi teknologi yang dilakukan tidak hanya meliputi penggunaan teknologi dalam mengajar saja, tapi juga pengembangan guru agar dapat membuat skenario belajar menggunakan perangkat seperti iPad. Dari pelatihan tersebut,  Ibu Iim akhirnya berinovasi membuat skenario pembelajaran Matematika dengan Aplikasi Numbers.

 

Berkreasi dengan Aplikasi Numbers

Aplikasi Numbers biasanya hanya digunakan untuk membantu tugas administratif sekolah saja. Namun dari pandangan Ibu Iim, aplikasi Numbers bisa digunakan untuk membantu murid dalam memahami materi Statistika di mata pelajaran Matematika.

Sebelum mengoperasikan aplikasi Numbers, murid terlebih dahulu mencari sumber datanya secara berkelompok. Murid bisa mencari datanya dari browsing internet atau dengan mewawancarai orang di sekitarnya. Ada murid yang mewawancarai penjaga kantin, penjaga perpustakaan, dan juga Satpam. Jika sudah mendapatkan informasi tersebut, murid kemudian mendata informasi ke dalam aplikasi Numbers dalam bentuk tabel dan diagram. Murid yang mewawancarai penjaga kantin akan mendata makanan apa yang paling sering dibeli, sedangkan murid yang mewawancarai penjaga perpustakaan akan mendata hari apa saja yang memiliki pengunjung paling banyak. Tidak lupa di laporan tersebut, murid juga melampirkan foto hasil wawancaranya sebagai bukti.

(karya murid SD Islam Al Azhar 19 Sentra Primer menggunakan Aplikasi Numbers)

 

Bagaimana Dampaknya pada Murid?

Melalui skenario pembelajaran ini, ada banyak keterampilan murid yang diasah. Pertama, murid memahami materi pembelajaran dengan melakukan praktiknya secara langsung. Kedua, murid mengembangkan keterampilan komunikasinya saat melakukan wawancara. Ketiga, murid juga melatih kemampuan kerjasamanya bersama murid lain untuk mengolah data pada aplikasi Numbers.

Dengan ini dapat diketahui bahwa alat belajar sangat terbukti lebih membantu murid dalam melakukan kolaborasi. Murid hanya perlu membagikan tautan lembar kerjanya, lalu murid bersama kelompoknya bisa berdiskusi dan mengerjakan tugasnya secara real-time. Alat belajar juga semakin mengembangkan kreativitas murid. Murid bisa membuat berbagai karya seperti komik dan video melalui alat belajarnya. Cara belajar seperti ini memberikan pengalaman bermakna bagi murid, karena murid mengalami pembelajarannya sendiri.

 

Apa kata Mrs. Iim?

“Guru kan adalah garda terdepan dari generasi Indonesia. Dengan guru yang semakin cerdas, maka guru jadi mempunyai kemampuan yang sesuai dengan masa kini dan bisa mencetak generasi yang mengambil peran di masa mendatang. Kebanyakan guru hanya mengajar sekadar materi atau memandang mengajar sebagai profesi yang menghasilkan uang saja tapi mereka tidak punya beban moral bagaimana caranya membuat anak cerdas tapi juga dengan cara yang menyenangkan,”

Mrs. Iim menyadari bahwa guru perlu terus mengembangkan dirinya sesuai dengan perkembangan zaman. Jika guru semakin cerdas dan mampu adaptif dengan perubahan masa kini, maka guru bisa mencetak generasi yang mengambil peran penting di masa mendatang. Murid yang siap memberikan manfaat bukan untuk dirinya sendiri tapi juga untuk bangsa dan agama.