Bapak Syakir, guru Agama Islam SD Muhammadiyah 5 Jakarta, menggunakan Kahoot untuk sesi kuis di akhir kelasnya. Platform Kahoot dengan penampilan dan fitur yang menarik dapat membantu memperkuat daya ingat siswa terhadap mata pelajaran.

Kahoot, sarana kuis online dari Norway yang sudah mulai diintegrasikan ke dalam sistem pembelajaran di sekolah-sekolah Indonesia, dirancang seperti video game yang interaktif untuk membangun kreativitas dan kerja sama antar siswa di kelas.

Guru dapat menjadi host yang membuat kuis berisikan pertanyaan-pertanyaan pilihan ganda. Setiap pertanyaan akan muncul di papan tulis dan iPad siswa. Dalam kelompoknya masing-masing, siswa memilih jawaban dari iPad dalam waktu 30 detik. Nilai akan bertambah untuk kelompok yang menjawab dengan benar dan nilai ekstra akan diberikan kepada kelompok yang menjawab dengan cepat.

Pada saat sesi memilih jawaban, Kahoot memainkan lagu yang membuat para siswa lebih semangat. Mereka berdiskusi. Ada yang membulak-balikan kertas.

“Yang itu, pilih yang itu!”

Ada yang menunjuk ke arah papan dan menjelaskan kepada temannya dengan kritis. Waktu habis dengan suara gong. Semuanya terdiam.

“Apakah jawaban saya benar? Kelompok siapa yang menjawab paling cepat?”

Nilai terpampang di papan. Satu kelompok melompat-lompat kegirangan. Selang beberapa detik, Kahoot memperlihatkan nama kelompok yang mendapatkan nilai tertinggi. Kelompok yang sama sontak merayakan kemenangannya.

Didesain dengan fitur game dan mudah untuk digunakan, memanfaatkan Kahoot adalah salah satu strategi untuk menarik perhatian siswa digital natives. Terlihat atensi yang penuh terhadap kelas, dan siswa termotivasi untuk berpikir lebih cepat dan mengingat kembali pelajaran yang baru disampaikan.

Hal ini juga dapat memudahkan guru untuk menilai tingkat pemahaman siswa terhadap topik pembelajaran. Dengan hasil nilai yang cepat, guru dapat melihat siswa mana saja yang membutuhkan waktu ekstra untuk belajar, sehingga guru dapat menyesuaikan rencana pembelajaran untuk sesi berikutnya.

Kahoot tidak hanya dapat digunakan di akhir kelas. Para pendidik juga bisa menggunakan Kahoot untuk memperkenalkan pelajaran baru. Bahkan, guru juga bisa mengajak siswa untuk terlibat dalam pembuatan kuis agar minat siswa untuk belajar terus meningkat.


Websis for Edu adalah konsultan untuk adopsi dan integrasi teknologi dalam pendidikan.

Dapatkan berita terkini, tips-tips praktis, serta fakta-fakta menarik seputar pendidikan dan teknologi dengan mengikuti channel Telegram @PendidikanAbad21 atau kunjungi websis.co.id jika Anda tertarik mengetahui program Smart Classroom lebih jauh.