Mengenal Pak Andreas

Pak Andreas adalah GuruMasaKini dari SMA Kristen Saint John Harapan Indah yang mengajar mata pelajaran Prakarya dan TIK kelas 10 sampai 12. Pak Andreas sudah mengadopsi teknologi sejak masa pandemi, lebih tepatnya sejak tahun 2021.

Foto : Pak Andreas Doso Nugroho, Guru SMA Saint John

Foto : Pak Andreas Doso Nugroho, Guru SMA Saint John

Meskipun sebelumnya sudah  menggunakan teknologi untuk membuat materi pembelajaran, kehadiran masa pandemi jadi lebih menuntut guru untuk menerapkan teknologi secara signifikan  pada kelas yang diajar. 

 

Belajar Membuat Usaha dengan Teknologi

Skenario pembelajaran ini yang paling membuat murid antusias.”kata Pak Andreas tak kalah antusiasnya.

Skenario pembelajaran yang dimaksud adalah pembuatan produk makanan dengan bantuan teknologi pada mata pelajaran Prakarya. Kegiatan ini ditugaskan kepada kelas 10 dan 12 secara berkelompok. Untuk kelas 10, murid akan diminta untuk memilih salah satu daerah Indonesia dengan makanan yang ingin dijual. Sementara itu, murid kelas 12 akan diminta untuk memilih makanan nusantara atau makanan internasional dan memodifikasi bahan baku atau bentuk kemasan makanan.

Foto : Murid SMA Saint John saat menyiapkan bahan untuk tugasnya

Langkah Belajar Membuat Usaha dengan Teknologi

Pertama, murid melakukan riset dengan memanfaatkan Google Form untuk mengetahui segmentasi pasar. Pada langkah ini, murid akan mengetahui ketertarikan pasar terhadap produk yang akan di jual, seperti rasa serta kemasan yang membuat pasar tertarik.

Kemudian, murid membuat video promosi dengan memanfaatkan iMovie. Tak hanya itu, murid juga membuat poster promosi serta slide presentasi menggunakan Keynote. Setelah itu, murid juga mempresentasikan serta menjual produk mereka kepada murid-murid lain.

Foto : Poster Tugas dan Proses Pengerjaan Tugas Murid SMA Saint John

Apa yang Murid Dapatkan?

Dari skenario pembelajaran ini, murid-murid mendapat pengetahuan terkait bagaimana menjadi seorang pelaku usaha, bagaimana langkah-langkah memulai sebuah usaha, hingga bagaimana membuat iklan yang dapat menarik minat pembeli serta pasar. Murid juga mendapatkan hasil konkret dari pembelajaran yang sudah dipasarkan langsung, meski baru kepada segmentasi mereka. Namun, mereka sudah dapat menghitung keuntungan yang didapatkan. 

 

Apa kata Pak Andreas?

Pendampingan Websis berperan sebagai tempat untuk bertanya bagi Pak Andreas. Selain itu, pendampingan Websis juga membantu Pak Andreas untuk mengevaluasi pemahaman Pak Andreas serta membantu Pak Andreas untuk memperkaya pengetahuannya terkait teknologi. Meskipun merasa terdapat tuntutan untuk menggunakan teknologi saat pandemi, Pak Andreas merasa bahwa teknologi banyak berdampak positif dalam pembelajaran, seperti membantu murid untuk lebih semangat dalam mempelajari materi-materi yang ada.

Dengan teknologi yang semakin berkembang, kita sebagai pengguna atau orang yang terlibat dalam teknologi harus mengantisipasi perkembangan tersebut. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa teknologi sangat amat membantu kita sebagai manusia.”