3 Miskonsepsi Seputar Teknologi Pendidikan

by

[plsc_divider color=”black” style=”solid”]Penggunaan teknologi telah memfasilitasi dan meningkatkan produktifitas kehidupan kita. Walaupun sudah banyak bisnis dan industri yang telah merangkul teknologi, masih banyak kalangan yang skeptis untuk membawa teknologi masuk ke ruang kelas. Salah satu penyebabnya adalah miskonsepsi yang lazim di kalangan masyarakat tentang baik-buruknya penggunaan teknologi untuk pendidikan, seperti:

“Murid tidak butuh teknologi untuk belajar”

Generasi muda akan hidup di abad 21  dengan tantanganya yang unik dan persaingan global yang semakin kuat—dimana peran teknologi akan semakin berkembang dalam kehidupan personal, sosial, dan profesional mereka. Sehingga, dibutuh pembelajaran yang meningkatkan kecakapan dalam menggunakan teknologi secara efektif, efisien, dan bertanggung jawab serta bekal keterampilan yang relevan di abad ini.

Saat ini kita mendidik generasi digital (digital natives), yang mana teknologi informasi adalah perangkat yang alamiah bagi mereka. Oleh karena itu, dengan memanfaatkan teknologi sebagai sarana pembelajaran kita meningkatkan partisipasi aktif murid dan memberdayakan mereka untuk secara mandiri menjelajahi konten ilmiah yang sesuai dengan minat dan tempo belajar masing-masing. Tidak hanya itu, pengunaan perangkat dan buku digital membuat beban bawaan ke sekolah lebih ringan dan belajar dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja.

“Teknologi pendidikan hanya sebatas penggunaan perangkat digital di kelas”

Pendidikan berbasis teknologi yang efektif dan efisen tidak sebatas dengan menggunaan perangkat digital di ruang kelas. Banyak hal lain yang tidak kalah pentingnya yang perlu diperhatikan dan dipersiapkan. Jenis dan fitur perangkat digital yang digunakan harus tepat guna memfasilitasi pencapaian tujuan pembelajaran. Selain itu, juga dibutuhkan komitmen sekolah dalam menyediakan ekosistem yang memadai. Tak kalah pentingnya adalah kesiapan sumber daya manusia, terutama guru sebagai fasilitator pembelajaran. Kesuksesan pemanfaatan teknologi dalam pendidikan murid juga membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif orang tua.

MuhSMP09 - photo - natasha - 160411 - 122
WEBSIS FOR EDUCATION ©

“Teknologi dapat menggantikan peran Guru”

Teknologi tidak dapat menggantikan peran guru. Keberadaan teknologi di ruang kelas justru memudahkan dan memfasilitasi guru dalam mengajar. Dengan mengurangi beban administratif, teknologi mendorong eksplorasi ilmiah guru. Teknologi juga menghemat waktu dan tenaga sehingga guru dapat memberikan fokus yang lebih besar pada pedagogi dan perhatian lebih pada pencapaian belajar masing-masing murid.

If you like this, then please share!